MaharMahar.com – Merencanakan Keuangan Pasca Pernikahan. Setelah hari bahagia resepsi pernikahan usai tentu banyak hal baru yang harus di sesuaikan dengan pasangan baru. Salah satu hal yang menjadi penting adalah perencanaan keuangan ketika sudah hidup bersama pasangan.

Pengaturan keuangan waktu masih sendiri tentu akan sangat berbeda ketika sudah berumah tangga, apapun yang dilakukan berhubungan dengan keuangan akan melibatkan pasangannya masing – masing. Pasangan baru mungkin setelah pernikahan usai akan berlanjut ke bulan madu atau honeymoon, namun harus diingat bahwa setelah itu semua kehidupan normal akan segera di jalani dan akan terasa berbeda karena di depan mata akan penuh dengan tantangan perjuangan, yang sangat mirip dengan tantangan yang di hadapi sebelum menikah. Memang disitulah ujian pertama dari sebuah pernikahan.

Masalah keuangan memang idak seromantis pesta pernikahan maupu masa bulan madu. Sejak pacaranpun pertengkaran tentang uang kalau bisa dihindari. TIdak heran jika banyak pengantin baru mengalami kesulitan dalam merencanakan keuangan maupun mengelola keuangannya pertama kali sebagai pasanga. Alhasil masing – masing pihak tidak punya bayangan sama sekali bagaimana berbedanya masalah keuangan saat mereka masih lajang dan mengatur masalah uang sendiri dengan ketika mereka sudah menikah dan mengatur uang bersama – sama.

Sebagai pasangan pengantin baru mungkin akan sulit melakkan penyesuaian terhadap pola kehidupan lajang yang biasa terfokus pada diri sendiri, karena kini segala sesuatu sekarang dilihat dari sudut pandang sebagai pasangan, termasuk juga didalamnya menghadapi berbagai masalah keuangan sebagai pasangan baru. Bagaimana mensiasati terkurasnya tabungan setelah pesta pernikahan? Bagaimana mengatur keuangan Anda selanjutnya? Perlukah penghasilan dijadikan satu atau terpisah? Siapa yang harus membayar tagihan – tagihan?

Masih banyak lagi masalah – masalah keuangan yang biasanya dihadapi oleh pasangan baru. Tetapi jangan khawatir, menjadi pengantin baru yang pintar mengatur keuangan itu tidak sulit dan sesungguhnya menyenangkan. Kuncinya adalah menjalin komunikasi finansial yang baik antara Anda berdua dan memegang komitmen untuk menjalankan rencana keuangan yang telah di setujui bersama. Dengan demikian apapun masalah keuanganya, Anda berdua selalu bisa bersama – sama mengatasinya.

Mengelola dan Merencanakan Keuangan Pasca Pernikahan

Perencanaan Keuangan

Pesta pernikahan yang biasanya di lanjutkan dengan acara bulan madu memang merupakan momen terindah dan memberikan kenangan manis yang tak terlupakan. Untuk itu orang rela mengeluarkan sejumlah dana yang besar untuk mengadakan pesta yang paling meriah. Harapannya, simpanan yang telah terkuras tadi akan kembali karena para undangan nanti akan memberikan hadiah berupa uang tunai atau angpao. Benarkah biaya acara pernikahan yang telah keluar bisa tercover kembali dari uang angpao? Mungkin tidak seluruhnya, mungkin juga tidak sama sekali. Pertama, karena uang angpao adalah hadiah yang di berikan secara sukarela sehingga jumlahnya tidak terduga. Kedua, uang angpao tidak selalu jatuh ke tangan pengantin, bisa jadi karena orang tua atau mertua juga ikut membiayai pesta pernikahan maka uang angpao di putuskan untuk di berikan kepada pihak orang tua. Karena situasi pasca pernikahan dan bulan madu inilah maka ada beberapa akibat secara financial kepada pasangan pengantin baru yang perlu di waspadai, antara lain”

  • Anda berdua kehabisan uang dan tidak ada pemasukan dari angpao. Walaupun sudah di bantu orang tua dan mertua untuk menyelenggarakan pesta perkawinan, mau tidak mau ada beberapa pengeluaran yang harus dibayar sendiri yang mengakibatkan tabungan Anda berdua habis atau berkurang cukup banyak. Padahal kebutuhan rumah tangga Anda berdua terus berjalan dan baru saja akan dimulai. Dalam kondisi seperti ini lakukanlah langkah – langkah berikut: a) Jika Anda berdua mempunya gaji atau sisa gaji, gunakanlah dan usahakan untuk cukup digunakan membiayai kebutuhan sehari – hari sampai tanggal gajian berikutnya; b) Jika sisa gaji tersebut tidak cukup barulah mengambil dari tabungan Anda.
  • Ada pemasukan dari angpao. Kebetulan uang angpao dan semua hadiah berupa barang menjadi milik Anda berdua. Jika kebutuhan rumah tangga masih bisa dicukupi dari gaji, maka sebaiknya uang angpao ini tidak digunakan, simpanlah untuk menambah tabungan Anda, Anda pasti akan membutuhkannya nanti! Untuk hadiah berupa barang mungkin kebanyakan berupa barang elektronik dan peralatan rumah tangga. Karena itu sebaiknya cepat di data mana yang sudah ada dan mana yang belum, jangan sampai Anda membeli barang yang ternyata sudah ada di dalam kado.
  • Ada biaya – biaya yang belum terbayar. Seteliti apapun kita membuat anggaran pesta pernikahan dan bulan madu, kadang ada saja biaya tak terduga setelah pesta yang belum terbayar, misalnya ada sisa tagihan dari pihak florist, catering atau ada biaya penggantian kerusakan barang dan lain – lain. Untuk biaya tak terduga ini Anda bisa mengambil dari tabungan Anda atau memakai uang angpao.

Mengelola Keuangan Anda Berdua Selanjutnya

Flowchart Keuangan

Bagaimana memulai pengelolaan keuangan buat Anda yang baru menikah? Apa saja yang harus di kelola? Sekaranglah saatnya Anda berdua meluangkan waktu dan duduk sejenak membicarakan cara – cara yang terbaik untuk mengelola keuangan sebagai pasangan. Saatnya merencanakan keuangan!

Sedikit berbeda dengan pasangan yang sudah lama menikah maka pengelolaan keuangan pasangan yang baru menikah sebaiknya di fokuskan pada beberapa hal yang prioritas terlebih dahulu. Hal ini mempertimbangkan bahwa Anda berdua kemungkinan mempunyai keterbatasan dana dan belum banyak mengetahui kebiasaan pengelolaan keuangan masing – masing. Dengan berkonsentrasi pada beberapa fokus masalah keuangan saja maka penggunaan data Anda saat ini akan lebih efisien dan bisa mengurangi bahkan menghindari konflik yang terjadi akibat masih banyaknya penyesuaian kebiasaan pengelolaan keuangan antara Anda berdua. Berikut ini ada beberapa fokus masalah yang sebaiknya Anda prioritaskan terlebih dulu penyelesaiannya:

  1. Tempat tinggal. Tempat tinggal tidak berarti Anda harus memiliki rumah sendiri secara tunai sekaligus atau dengan mengambil kredit rumah. Jika jumlah dana Anda belum cukup atau cicilan rumahnya terlalu memberatkan sebaiknya tidak memaksakan diri. Kadang kala tinggal di rumah orang tua atau mertua selama beberapa bulan atau menyewa rumah terlebih dahulu merupakan keputusan yang lebih tepat untuk kondisi keuangan Anda. Sambil Anda berdua terus mengumpulkan uang dan menemukan rumah yang cocok. Yang penting Anda berdua segera memutuskan ingin tinggal dimana, sehingga bisa di perkirakan berapa biayanya dan mengatur bagaimana membayarnya.
  2. Transportasi ke Kantor. Setelah tempat tinggal maka kebutuhan mendesak lainnya yang tidak bisa di tunda adalah biaya transport ke kantor. Jika Anda seorang wirausaha maka biaya transportasi digunakan sehubungan kegiatan bisnis Anda. Tanpa mencadangkan biaya ini bisa – bisa penghasilan Anda berdua habis begitu saja, akibatnya Anda tidak punya ongkos untuk ke kantor. Perkirakanlah berapa besar jumlahnya perbulan, sehingga Anda berdua masing – masing sudah menyisihkannya sejumlah biaya transport didepan.
  3. Kebutuhan rumah tangga. Walaupun memutuskan tinggal di rumah orang tua atau mertua bisa menghemat pengeluaran kebutuhan rumah tangga Anda berdua, namun sebaiknya sejumlah tertentu pengeluaran rumah tangga tetap diberikan kepada mereka. Jika Anda berdua memang sudah tinggal di rumah sendiri, maka perhitungkanlah berapa biaya – biaya rumah tangga perbulannya seperti telepon, listrik, air, makan dan lain – lain.
  4. Pembagian tugas dan tanggung jawab finansial yang adil. Sekarang tinggal menentukan person in charge atau penanggung jawab terhadap siapa yang bertugas untuk membayar apa. Siapa yang bertugas membayar tagihan – tagihan, membayar premi asuransi, setor ke rekening tabungan, atau membayar belanja rumah tangga lainnya. Biasanya istrilah yang bertanggung jawab untuk mengurus masalah ini, namun sebaiknya suami juga berpartisipasi dalam menentukan anggaran dan ikut aktif dalam membayar beberapa pos pengeluaran yang penting. Dengan demikian jika terjadi kesalahan bisa lebih cepat terdeteksi dan tidak menyalahkan satu sama lain sehingga langkah – langkah perbaikannya segera dilaksanakan.
  5. Perlukah rekening bersama? Merencanakan keuangan pasca pernikahan bisa juga dengan membuka rekening bersama. Rekening bersama bisa ditujukan untuk dua hal yaitu keperluan investasi dan atau untuk keperluan membayar pengeluaran bulanan. Jika untuk tujuan investasi maka rekening bersama sangat di anjurkan misalnya tabungan atau deposito atas nama berdua. Untuk membayar pengeluaran bulanan maka bisa juga dibuka rekening bersama atau cukup memakai rekening tabungan dari person in charge aja. Misalnya istri adalah person in charge maka tiap bulan setelah gajian suami menyisakan sejumlah uang di rekeningnya untuk transport kantor, sisa gajinya di transfer ke rekening istri. Nah rekening istrilah yang di gunakan untuk membayar keperluan bulanan.

Baca Juga: 10 List Daftar Seserahan Yang Perlu di Persiapkan Menjelang Pernikahan

Kenali Kebiasaan Keuangan Masing – Masing

merencakana-keuangan-paca-pernikahan
Kenali Keuangan Pasangan

Masa pacaran yang lama ternyata tidak menjamin seseorang telah mengenal pasangannya, terutama dalam kebiasaan mengelola keuangan. Anda mungkin terkejut bahwa pasangan Anda ternyata mempunyai kebiasaan dan pandangan yang berbeda dengan Anda. Seringkali Anda bahkan tidak merasa nyaman dengan berbagai kondisi keuangan yang menyertai kehidupan rumah tangga Anda. Misalnya Anda dan pasangan mungkin masih belum terbuka untuk mengatakan mengenai jumlah penghasilan masing – masing yang sebenarnya, bagaimana kebiasaannya dalam berbelanja, lebih senang membayar tunai atau dengan kartu kredit, berapa jumlah hutangnya, apakah harus menanggung biaya hidup orang tua dan adik – adik atau tidak. Maka dari itu Anda berdua harus sama – sama duduk dan berdiskusi untuk merencanakan keuangan pasca pernikahan selanjutnya. Kesampingkanlah rasa sungkan dan malu dalam mengkomunikasikan kebiasaan pengelolaan keuangan sebelum menikah, sebab ketika sudah menikah maka yang kemudian muncul adalah uang kita, bukan lagi uang-mu atau uang-ku. Dengan demikian penghasilan Anda berdua adalah menjadi penghasilan keluarga sehingga pemakaian dari penghasilan tersebut atau pengeluarannya juga menjadi tanggung jawab Anda berdua. Karena itu komunikais yang baik antara suami istri adalah modal utama mengelola keuangan keluarga dengan sukses. Hindari tindakan menyembunyikan masalah keuangan keluarga dari pasangan Anda dan jangan mengacuhkan atau menunda penyelesaian masalah – masalah keuangan tersebut karena semakin lama di tunda akan semakin membahayakan kondisi keuangan Anda berdua. Konsultasikan segala sesuatunya dengan pasangan Anda

semoga Anda bersama pasangan dapat merencanakan keuangan dengan baik dan menjalani kisah hidup yang baru dengan bahagia

Artikel Lainnya:

Share

Bagikan via Whatsapp
Pesan Via WhatsApp disini

Untuk pemesanan, bisa langsung chat disini via WhatsApp, klik Nomor kami yang online :)

Customer Service

Admin

Online

Admin

Hi kak, sudah memilih produk atau jasa yang di cari? Silahkan langsung chat kami untuk proses pemesanannya ya :) 00.00