MaharMahar.com – Harus tahu!! Makna di balik prosesi pernikahan adat jawa yang terkesan ribet oleh banyak pasangan yang akan menikah terlebih merupakan pasangan pada zaman milenial saat ini .

prosesi-pernikahan-adat-jawa
Proses Pernikahan Adat Jawa (Source)

Suku Jawa merupakan salah satu suku terbesar di Indonesia, dimana masyarakatnya masih memiliki tradisi adat istiadat leluhur yang sangat kental yang sampai saat ini masih di pelihara secara turun – temurun. Tradisi tradisi yang terpelihara tersebut adalah merupakan ciri khas masyarakat dan hampir dilakukan pada setiap acara – acara sakral yang mempunyai nilai – nilai tinggi. Tidak terkecuali pada prosesi akad nikah. Prosesi akad nikah adat Jawa ini bukanlah sembarangan prosesi, di karenakan setiap tahapan mengandung makna yang sangat mendalam dalam mengarungi bahtera kehidupan pengantin baru kedepannya.

Jika mengikuti tahapan demi tahapan prosesi, memang terkesan sedikit agak ribet dan melelahkan, namun di balik itu semua prosesi sakral ini memiliki simbol – simbol masing – masing.

Berikut ini tahapan prosesi pernikahan adat Jawa yang sakral dan menarik:

Siraman

siraman-adat-jawa
Siraman Adat Jawa (Source)

Ritual siraman ini adalah dimaksudkan sebagai pembersihan diri menjelang suatu acara besar (pernikahan). Upacaranya sendiri dilakukan sebelum acara pernikahan di gelar, dan tujuannya adalah untuk membersihkan diri pengantin sebelum pelaksanaan upacara sakral pernikahan. Terhitung ada 7 orang yang menyiramkan air kepada mempelai. Bagi sebagian orang, air yang dipakai harus berasal dari 7 sumber sumur yang berbeda. Angka 7 memang terlihat dominan darlam ritual Jawa di karenakan dalam bahasa Jawa sendiri tujuh itu di sebut pitu, yang bisa juga di artikan sebagai calon pengantin akan mendapatkan pitulongan (pertolongan).

Midodareni

midodareni-pernikahan-adat-jawa
Midodareni (Source)

Midodareni adalah sebuah prosesi pertemuan antara kedua keluarga besar mempelai. Di sebut sebagai malam yang baik untuk bersilaturahmi dan di anggap sebagai malam turunnya para bidadari. Pelaksanaan prosesi ini yakni malam sebelum hari pernikahan.

Injak Telur

injak-telur-
Injak telur prosesi pernikahan adat Jawa (Source)

Prosesi injak telur di artikan sebagai harapan, Prosesi ini diikuti dengan prosesi membasuh kaki pengantin pria oleh pengantin wanita. Harapan yang di maksudkan disini adalah kelak setelah menikah pengantin memiliki keturunan sebagai tanda cinta kasih berdua. Untuk makna membasuh kaki pengantin pria sendiri adalah sebagai simbol kesetiaan istri kepada suami, siap menerima suami apa adanya.

Sikepan Sindur

sikepan-sindur-
Sikepan Sindur Pernikahan Adat Jawa (Source)

Sindur berarti kain. Sikepan sindur adalah prosesi yang dilakukan dengan membentangkan sindur atau kain kepada kedua mempelai oleh ibu kemudian berjalan melangkah menuju pelaminan. Tugas sang ayah adalh menuntun kedua mempelai dengan berjalan memegangi sindur atau kain tersebut. Arti dari prosesi ini sendiri adalah sebagai simbol harapan kedua orang tua agar kedua mempelai selalu di persatukan dengan erat sampai mau memisahkan.

Pangkuan

pangkuan-pernikahan-jawa
Pangkuan dalam Pernikahan Jawa (Source)

Pangkuan adalah prosesi dalam pernikahan adat Jawa yang dilakukan dengan duduk di pangkuan ayah mempelai wanita. Kedua mempelai akan duduk di kedua paha ayah mempelai wanita. Laki – laki duduk di paha sebelah kanan ayah mertuanya sedangkan wanita akan duduk di paha kiri ayahnya. Makna dari prosesi pangkuan adalah sebagai harapan jika kedua mempelai mempunyai keturunan kelak akan dapat adil membagi kasih sayangnya kepada keturunan – keturunannya, tidak pilih kasih antar anak – anaknya sama seperti sang ayah. Prosesi ini juga melambangkan bahwa tidak ada perbedaan kasih sayang antara anak dan mantu.

Kacar Kucur

kacar-kucur-adat-pernikahan-jawa
Kacar Kucur pernikahan adat Jawa (Source)

Prosesi kacar kucur adalah prosesi dimana mempelai pria akan mengucurkan sebuah kantong ke pangkuan mempelai wanita, dimana kantong tersebut biasanya berisi biji bijian, uang receh dan beras kuning. Makna dari prosesi ini adalah sebagai perlambang kesejahteraan dalam berumah tangga. Isi di dalam kantong melambangkan tugas suami sebagai pencari nafkah, dan istri sebagai yang menerima adalah tugasnya mengelola nafkah yang di peroleh dari suaminya.

Dulang – Dulangan

Dulang – dulangan prosesi pernikahan adat Jawa (Source)

Dulang – dulangan di sebut juga dahar klimah, yaitu sebuah prosesi saling menyuapi antar kedua mempelai yang di lakukan sebanyak tiga kali. Makna dari prosesi ini adalah harapan agar dalam mengarungi bahtera rumah tangga nanti berjalan rukun, saling tolong menolong, dan saling melengkapi.

Sungkeman

Sungkeman dalam pernikahan Jawa (Source)

Sungkeman di lakukan kepada kedua orang tua dan sesepuh keluarga lainnya. Makna dari prosesi ini adalah sebagai bentuk penghormatan seorang anak kepada orang tua, sekaligus sebagai permintaan restu atau ijin untuk menjalani kehidupan baru sebagai suami dan istri. Kedua orang tua juga bisa menitipkan wejangan atau pesan – pesan untuk kedua mempelai.

Janur Kuning

janur-kuning-dalam-prosesi-pernikahan-adat-jawa
Janur Kuning dalam prosesi pernikahan Jawa (Source)

Janur kuning merupakan salah satu benda yang selalu ada dalam cara pernikahan. Janur atau jalarane nur mempunyai makna bahwa pernikahan akan mendapatkan cahaya (nur) atau pencerahan baru bagi rumah tangga yang baru. Janur kuning di tempatkan di gerbang masuk resepsi bermakna sebagai tanda untuk menyingkirkan hal – hal yang tidak diinginkan.

Kembar Mayang

Kembar Mayang dalam adat Jawa (Source)

Kembar mayang adalah suatu rangkaian janur , daun dan ornamen – ornamen lainnya yang memiliki makna yang berbeda- beda, diantaranya ornamen janur yang di bentuk keris yang melambangkan bahwa pengantin harus mempunyai sifat – sifat yang bijaksana dan berhati – hati dalam menjalani kehidupan berkeluarga. Ada juga ornamen yang berbentuk burung, melambangkan kehidupan dijalani harus dengan motivasi tinggi setinggi burung terbang.

Tarub

Tarub (Source)

Tarub pada prosesi pernikahan adat Jawa merupakan tanda bahwa keluarga yang mengadakan acara tersebut akan memperoleh hak – haknya. Tarub bisa di artikan sebagai perlambang kemakmuran dan harapan bagi keluarga baru yang akan di bangun.

Demikianlah rangkaian prosesi pernikahan pada adat Jawa yang tidak hanya sakral namun juga memiliki makna mendalam bagi keluarga yang melaksanakan. Namun demikian, pelaksanaan pernikahan adat Jawa ini tidak lah menjadi suatu kewajiban yang harus di jalani ketika hendak melaksanakan acara pernikahan. Semua di kembalikan lagi kepada keluarga kedua belah pihak yang akan menyelenggarakan resepsi, akan menggunakan adat istiadat atau secara nasional/internasional atau mungkin gabungan keduanya.

================

Diambil dari berbagai sumber, sumber gambar terlampir.


Baca Juga:

Bagikan via Whatsapp
Pesan Via WhatsApp disini

Untuk pemesanan, bisa langsung chat disini via WhatsApp, klik Nomor kami yang online :)

Customer Service

Admin

Online

Admin

Hi kak, sudah memilih produk atau jasa yang di cari? Silahkan langsung chat kami untuk proses pemesanannya ya :) 00.00