MaharMahar.com – 13 Tantangan Yang akan di Hadapi Setelah Menikah. Pernikahan adalah penyempurna separuh agama, demikian berdasarkan HR. Al Baihaqi. Dari Annas bin Malik radhiyatullahu’anhu, iya berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamannya. Karenanya, bertaqwalah kepada Allah atas separuh yang lainnya”

(HR. Al-Baihaqi)

Ya, menikah menurut Hadist adalah sebagai penyempurna agama. Dengan menikah kita akan lebih saling melengkapi dengan sesama pasangan kita.

Namun dalam pernikahan tidak selamanya terlihat indah. Ada beberapa tantangan setelah menikah yang akan di hadapi dalam mengarungi bahtera rumah tangga terutama untuk pasangan baru menikah

Berikut 13 tantangan yang akan di hadapi setelah menikah:

  1. Masalah Finansial
pertama, masalah finansial (source img)

Tantangan utama yang akan dihadapi dalam mengarungi bahtera rumah tangga adalah mengenai finansial. Untuk sang suami masalah finansial ini tentu harus sudah dipikirkan matang – matang, dikarenakan tentu keuangan yang awalnya hanya untuk diri sendiri harus berbagi dengan teman hidup. Tidak ada lagi pemikiran – pemikiran yang hanya untuk kesenangan diri sendiri, hang out bersama teman – teman dan lain – lain. Setelah berumah tangga fokus finansial harus kepada bagaimana menyisihkan uang untuk menabung, untuk membeli rumah, untuk tabungan pendidikan anak dan lain – lain. Beruntung jika beban ini bisa dibagi rata dengan istri yang juga bekerja. Harus pintar – pintar membagi dan merencanakan antara pemasukan dan pengeluaran.

Baca Juga: Merencanakan Keuangan Pasca Pernikahan

  1. Buat Istri, Sudah Waktunya Gak Manja Lagi, Ada Suami Yang Perlu di Perhatikan
Gak Bisa Manja Lagi (Source Img)

Ketika sudah berumah tangga, wanita di tuntut untuk memenuhi segala kebutuhan rumah tangga, menegerti kebutuhan suami, bisa masak, mengelola keuangan, memberi dukungan kepada suami dan sebagainya. Meskipun istri berkarier, namun kebutuhan rumah tangga tetaplah wajib menjadi prioritas nomor satu. Namun bukan berarti setelah pernikahan sudah tidak lagi berhubungan dengan teman – teman main, namun ada waktunya dimana harus mengurus kebutuhan rumah tangga, dimana harus bersama dengan teman – teman.

  1. Ingat, Masih ada Orang tua dan Mertua yang Harus di Jaga Juga
Masih ada Mertua dan Orang tua yang juga butuh di Jaga (source img)

Menikah adalah menyatukan dua keluarga yang berbeda. Disini ada dua sifat dari keluarga yang mungkin tidak sesuai, namun sebagai menantu yang bijak harus bisa menyesuaikan diri dan beradaptasi dengan lingkungan dan kebiasaan keluarga baru. Dilarang membeda-bedakan antara orang tua kandung dengan mertua, karena sejatinya mertua adalah orang tua kita juga. Jangan hanya menerima anaknya, tapi tidak suka dengan orang tuanya, jangan ya…

  1. Sifat Pasangan Yang Semakin Terlihat Nyata
Sifat Aslinya Mulai Terlihat (Source img)

Jika sebelum pernikahan banyak sifat – sifat jelek yang di sembunyikan, kini setelah menikah dan hidup serumah, banyak sifat pasangan kita yang semakin terlihat. Namun, baik buruknya sifat pasangan harus di terima. Ingat, konsekuensi pada janji suci pernikahan, bahwa kita menerima segala kelebihan dan kekurangan dari pasangan kita. Kelebihan dan kekurangan yang dimiliki pasangan kita anggaplah sebagai pembelajaran dan pendewasaan diri dalam menghadapi bahtera rumah tangga.

  1. Menghadapi Kehamilan Terasa Beban Berat Jika Tidak Ada Kerjasama Yang Kuat
Kehamilan Pertama Terasa Berat (Source Img)

Kehamilan pertama istri pasti akan sangat berat jika dihadapi sendirian. Banyak perubahan yang terjadi ketika istri sedang hamil, seeperti perubahan mood, muntah – muntah, pusing bahkan ngidam dan tidak jarang istri yang malah tidak suka lihat suaminya. Itu adalah hal yang wajar dalam pengalaman kehamilan istri yang pertama. Disini dibutuhkan kerjasama untuk saling menguatkan, saling mengerti dan saling menjaga satu sama lain. Bahkan suami harus siap siaga dalam situasiapapun dikarenakan banyak hal bisa terjadi terkait dengan kehamilan sang istri.

  1. Kelahiran Anak Pertama Merupakan Tantangan Jangka Panjang
Kebahagiaan Pasangan Baru, Kelahiran anak pertama (source img)

Kelahiran bayi mungil diantara keluarga kecil selain membawa kebahagiaan juga membawa sebuah tantangan baru, sebagai orang tua harus di tuntut untuk memikirkan perencanaan keuangan yang matang untuk membiayai kebutuhannya. Mulai dari susu, pakaian, hingga pendidikan dari mulai pendidikan dini hingga dewasa nanti.

  1. Pasca Menikah, Prioritas Utama Setelah Pulang Kerja Adalah Rumah
tantangan-setelah-menikah-anak-adalah-prioritas-utama
Prioritas Utama Setelah Kerja adalah Keluarga (source img)

Ketika sebelum menikah, pulang kerja merupakan waktu yang asyik untuk hang out bersama rekan kerja, namun ketika setelah menikah dan mempunyai anak, prioritas akan keluarga menjadi prioritas utama dibandingkan dengan aktivitas keluar bersama rekan – rekan. Momen besama keluarga dan anak adalah moment yang tak bisa diulang dan jangan sampai moment itu berlalu begitu saja dari hidup kita.

  1. Seiring Bertambahnya Usia Anak, Waktu Bersama Akan Semakin Berkurang
tantangan-setelah-menikah-berkurangnya-waktu-bersama-keluarga
Kesibukan diluar rumah (Source img)

Semakin bertambahnya usia anak (dan semakin bertambahnya anak) tentu kebutuhan akan semakin lebih banyak dan tidak sesimple sebelumnya. Tak heran pada waktu ini kebersamaan bersama keluarga akan terasa semakin berkurang karena tuntutan kebutuhan yang semakin bertambah. Namun percayalah, ini merupakan ujian dalam mengarungi bahtera rumah tangga, dan yakinlah bahwa tidak ada yang tidak bisa dilalui jika saling menguatkan.

  1. Godaan Saat Puncak Karier
tantangan-setelah-menikah-karir-tinggi
Puncak Karier

Semakin sukses seseorang, semakin banyak godaan menerpa. Disinilah kesetiaan pada janji pernikahan di uji. Jangan sampai ketika sedang di puncak karier lupa akan perjuangan yang telah dilalui bersama.

  1. Belajar Bagaimana Cara Memantau Anak Tanpa Mengekangnya Itu Susah
tantangan-setelah-menikah-mengawasi-anak-tanpa-mengekang
Pantau Perkembangan Anak (Source img)

Perjuangan sebagai suami istri tidak berhenti ketika anak menginjak usia remaja. Ketika diusia ini pergaulan anak sudah semakin luas. Sudah waktunya belajar bagaimana caranya memantau anak tanpa terlihat mengekangnya. Butuh perjuangan dan kesabaran.

  1. Ketika Anak Telah Memilih Kehidupannya Sendiri, Percayalah Orang Tua Akan Selalu di Butuhkan Olehnya
Anak Butuh Orang Tua (Source img)

Tuntas sudah tugas menjadi orang tua. Anakmu menjalankan hidupnya bersama jodoh pilihannya, menikah dan hidup terpisah mandiri dari keluarga. Ia pun memulai perjuangan yang sama dengan yang kamu lalui dulu. Namun, semandiri apapun, ia akan terus membutuhkan peranmu sebagai orang tua, sesederhana apapun itu.

  1. Akhirnya di Usiamu Yang Tak Lagi Muda, Kamu menyadari Betapa Perjuangan Orang Tuamu dulu Tidak Mudah
tantangan-setelah-menikah-perjuangan-menjadi-orang-tua
Beratnya Perjuangan Orang Tua (source img)

Anak – anakmu telah memilih kehidupan mandiri bersama keluarga barunya masing – masing, kamu kini hanya tinggal berdua dengan pasangan di rumah. Pada titik ini kamu banyak merenung dan bernostalgia. Kamu mulai mengingat masa – masa kecil yang bandel, suka melawan orang tua dan suka merengek. Namun setelah berumah tangga dan menjadi orang tua, kamu akhirnya sadar dan mengerti berapa berat perjuangan orang tua mu dulu untuk memperjuangkan kehidupmu.

  1. Kalian Akan Tetap Saling Mengisi Dan Saling Memperjuangkan Satu Sama Lain, Hanya Tuhan Yang Mampu Memisahkan Cintamu
Menua Bersama Hingga Maut Memisahkan (Source img)

Dan pada akhirnya, meski sudah tidak lagi bekerja, kamu tidak lagi mengasuh anak, bukan berarti perjuangan pasca melahirnya berakhir. Inilah saat dimana keriput diwajahmu mulai subur terlihat. Rambut mulai memutih. Tubuh tak lagi seksi seperti dulu kamu dilamar karena riwayat kehamilan, tapi perjuangan belum berakhir.

Tugas terakhir kamu adalah mempertahankan keutuhan cintamu hingga akhir hayatmu, bagaimana pun keadaannya saat ini, biarlah hanya Tuhan saja yang memisahkan cinta kalian berdua.

Itulah 13 tantangan setelah menikah yang akan di hadapi nanti setelah fase pernikahan sampai akhirnya Tuhan memisahkan cinta kita. Semoga menginspirasi dan menjadikan semangat kita


Baca Juga:

Share

Bagikan via Whatsapp
Pesan Via WhatsApp disini

Untuk pemesanan, bisa langsung chat disini via WhatsApp, klik Nomor kami yang online :)

Customer Service

Admin

Online

Admin

Hi kak, sudah memilih produk atau jasa yang di cari? Silahkan langsung chat kami untuk proses pemesanannya ya :) 00.00